KURIKULUM DAN BIDANG CAKUPANNYA

Sejarah perjalanan kurikukulum indonesia
Sumber ilustrasi: m-edukasi.web.id

KURIKULUM DAN BIDANG CAKUPANNYA

Sistem pendidikan di Indonesia memiliki empat tahapan pokok, yaitu masukan (input); proses; keluaran (output); dan capaian (outcome). Masukan yang baik memiliki beberapa indikator, yakni tidak hanya nilai kelulusan yang baik, tetapi terlebih penting adalah adanya sikap dan motivasi belajar yang memadai. Proses pembelajaran yang baik memiliki unsur yang baik dalam beberapa hal, yaitu: (1) organisasi yang sehat; (2) pengelolaan yang transparan dan akuntabel; (3) ketersediaan rancangan pembelajaran berupa dokumen kurikulum yang jelas dan sesuai kebutuhan pasar kerja; (4) kemampuan dan keterampilan SDM akademik dan non-akademik yang handal dan profesional; (5) ketersediaan sarana-prasarana dan fasilitas belajar yang memadai.

Pengertian Kurikulum
Vitobele.blogspot.com

PENGERTIAN KURIKULUM

Kurikulum memiliki beragam definisi, antara lain sebagai berikut.

  1. Curriculum is the plan or program for all experiences which the learner encounters under the direction of the school (Oliva, 1982). Artinya, kurikulum adalah suatu program atau rencana yang dikembangkan oleh lembaga (sekolah) untuk memberikan berbagai pengalaman belajar kepada siswa.
  2.  Kurikulum bisa didefinisikan sebagai sebuah rencana untuk suatu kegiatan, atau dokumen tertulis yang mencakup strategi untuk mencapai tujuan atau akhir (Tyler dan Taba).
  3. J. Galen Sailor mendefinisikan kurikulum sebagai suatu perencanaan untuk menyediakan kesempatan orang untuk dididik.
  4.  David Pratt menyatakan bahwa kurikulum disusun berdasarkan tujuan pendidikan formal dan/atau suatu pelatihan.
  5.  Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
  6. Berdasarkan berbagai pengertian kurikulum di atas, dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah rencana atau rancangan dan pengaturan yang melibatkan pengalaman belajar peserta didik dan digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam hal ini, sebenarnya kurikulum tidak hanya digunakan dalam pendidikan formal saja, tetapi pendidikan non-formal pun memiliki kurikulum juga, meskipun terkadang tidak tertulis. Kurikulum muncul karena adanya fenomena, perkembangan dalam dunia pendidikan, dan untuk memenuhi perkembangan zaman. Dalam pendidikan formal, pergantian kurikulum yang baik adalah empat atau lima tahun sekali.


Pendekatan dalam studi kurikulum
kompas.com

PENDEKATAN DALAM STUDI KURIKULUM

Ada beberapa pendekatan dalam studi kurikulum, yaitu pendekatan behavior, pendekatan managerial, pendekatan sistem, pendekatan akademik, pendekatan humanistik, dan pendekatan rekonspetual. Pendekatan behavior bersandar pada pprinsip-prinsip teknis dan ilmiah (scientific), yang mencakup paradigma, model, dan strategi step by step untuk memformulasikan kurikulum. Pendekatan ini biasanya didasarkan pada sebuah rencana, yang disebut blueprint atau document. Sasaran dan tujuannya besifat khusus,. Aktivitas yang dirancang pun sesuai dengan tujuan. Bahkan hasil pembelajarannya dievaluasi dalam hubungan dengan sasaran-sasaran dan tujuannya itu. Akan tetapi, banyak yang memformulasikan tujuan dan mengevaluasi program-program seturut tujuan, mendorong perencanaan akuntabilitas, pendidikan berbasis hasil (outcome-basededucation), pendidikan berbasis standar (standards-based education).

Pendekatan manajerial memandang sebuah sekolah sebagai sebuah sistem sosial yang di dalamnya para siswa, guru, spesialis kurikulum, dan administrator berinteraksi. Pendekatan ini bergantung pada sebuah rencana, prinsip-prinsip rasional, dan langkah-langkah yang logis. Pendekatan ini juga merencanakan kurikulum sesuai dengan program, ruang, sumber, perlengkapan, dan personilnya. Selain itu, pendekatan ini berfokus pada aspek-aspek pengawasan dan administrasi kurikulum, khususnya proses organisasional dan implementasi. Pendekatan manajerial juga terfokus pada inovasi dan bagaimana ahli kurikulum, para supervisor, dan administrator dapat memfasilitasi perubahan tersebut.

Dalam pendekatan sistem, bagian-bagian sekolah dikaji dalam keterkaitannya dengan departemen-departemen, personil, peralatan, dan jadwal yang direncanakan untuk mengubah perilaku seseorang. Selain itu, pendekatan ini juga bertujuan memperlihatkan hubungan line-staff dari setiap personil dan keputusan-keputusan yang berhubungan dengan bidang-bidang khusus, yaitu kurikulum, pengajaran, ujian dan evaluasi, personil dan penganggaran.

Pendekatan akademik berbicara lebih banyak tentang materi pokok, pedagogi, dan bersifat historis atau filosofis serta sosial atau praktis. Pendekatan ini juga berusaha untuk menganalisa posisi-posisi utama, kecenderungan-kecenderungan, dan konsep-konsep kurikulum. Selain itu, pendekatan ini juga memasukkan topik-topik baru yang berhubungan dengan kurikulum dan memperluasnya untuk mencakup banyak kecenderungan dan isu serta mengarahkannya pada integrasi dari sejumlah prosedur instruksional, pengajaran, pembelajaran, pengarahan, evaluasi, supervisi, dan administratif. Perhatian pendekatan akademik sekarang, yaitu terletak pada bagaimana pengetauan dapat dikembangkan, didekonstruksikan, dan direkonstruksikan.

Pendekatan humanistik ini berlandaskan pada pertumbuhan psikologi anak dan psikologi humanistis. Pendekatan ini menekankan sosialisasi dan penyesuaian untuk para siswa dan mengarahkan untuk memiliki hubungan keluarga dan masyarakat yang kuat. Selain itu, pendekatan ini memandang anak secara keseluruhan, tidak hanya aspek koginitifnya saja. Hal-hal yang penting dalam pendekatan ini adalah konsep diri, penghargaan diri, dan identifikasi diri yang merupakan faktor-faktor esensial dalam pembelajaran yang mencakup sosial dan moral, tidak hanya aspek-aspek kognitif saja.
Pendekatan rekonseptualis berfokus pada masalah-masalah ideologis pendidikan. Pendekatan ini juga menginvestigasi pengaruh masyarakat secara sosial, ekonomis, dan kelembagaan politik. Selain itu, pendekatan ini lebih tertarik pada interaksi kurikulum dengan kekuatan politik, ekonomi, sosial, moral, dan artistik. Pendekatan ini juga melihat sekolah sebagai sebuah perluasan dari masyarakat dan menganggap siswa sebagai masyarakat yang sedang berubah. Secara keseluruhan, pendekatan ini lebih tertarik pada teori daripada aplikasi-aplikasi praktis.


Cakupan kurikulum
Vitobele.blogspot.com

CAKUPAN KURIKULUM

Cakupan kurikulum meliputi pengembangan kurikulum, desain kurikulum, dan kurikulum tidak terencana serta terencana. Dalam pengembangan kurikulum, meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi pada orang, proses dan prosedur. Sistem pengembangan kurikulum dapat dilakukan secara terbuka dan tertutup. Sistem terbuka artinya bersifat dinamis dan evolusioner, yang di dalamnya sistem berkembang melalui perubahan. Sementara itu, sistem tertutup artinya bersifat statis dan tidak mampu mengakomodasi perubahan.

Desain kurikulum merujuk pada cara kita mengkonseptualisasikan kurikulum dan merancang komponen-konpenen utamanya untuk memberikan arah dan pedoman ketika kurikulum itu akan dikembangkan. Secara umum, sebuah desain kurikulum harus memberikan sebuah kerangka referensi dasar untuk merencanakan apakah kurikulum tersebut akan dikembangkan lagi. Sementara itu, kurikulum terencana merupakan sebuah tujuan dalam pembelajaran agar siswa dapat mempelajarinya dan sebagai ukuran dalam pembelajaran dan penugasan. Kurikulum tidak terencana adalah kurikulum yang muncul karena adanya interaksi antara siswa dan guru.




Peran pekerja kurikulum
vitobele.blogspot.com


PERAN PEKERJA KURIKULUM

Pekerja kurikulum mencakup pada curriculum supervisor, curriculum leader, curriculum coordinator, dan curriculum specialist, yang semuanya mencakup berbagai pendidik, dari guru sampai pengawas atau superintenden. Peran dan tanggung jawab pekerja kurikulum antara lain sebagai berikut.

  1.  Mengembangkan metode-metode teknis (technical methods) dan perangkat-perangkat untuk menjalankan perencanaan kurikulum di sekolah itu
  2. Menggabungkan pengembangan teori dengan praktik; untuk mendapatkan pengetahuan kurikulum dan menerapkannya dalam dunia riil di kelas atau sekolah.
  3.  Menyetujui mengenai apa yang dilibatkan dalam pembangunan dan desain kurikulum, mencakup hubungan-hubungan antara elemen-elemen kurikulum.
  4. Menyepakati hubungan antara kurikulum instruksi/pengajaran, dan supervisi, termasuk kesalingbergantungannya.
  5. Menjadi agen perubahan – change agent – yang mempertimbangkan sekolah dalam konteks masyarakat. Menyeimbangkan permintaan dan pandangan dari komunitas lokal dengan sasaran-sasaran dan kepentingan negara dan nasional.
  6. Menciptakan sebuah misi atau pernyataan sasaran untuk memberikan arahan dan fokus perilaku dalam organisasi itu.
  7. Terbuka kepada trend-trend kurikulum (curriculum trends) dan pemikiran-pemikiran baru. Memeriksa sejumlah proposal dan mengusulkan modifikasi-modifikasi.
  8. Berunding dengan kelompok orang tua wali, komunitas/masyarakat dan para profesional untuk mengembangkan keterampilan dalam kelas yang manusiawi dan dalam kerja sama dengan para individu dan kelompok.
  9. Mendukung para rekan kerja dan para profesional lainnya untuk menyelesaikan persoalan-persoalan secara professional.
  10. Mengembangkan sebuah program untuk pengembangan kurikulum, implementasi dan evaluasi yang terus menerus.
  11. Menyeimbangkan bidang-bidang subjek dan level-level tingkat yang berbeda, dan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum keseluruhan.
  12. Mengerti penelitian dalam pengajaran dan pembelajaran yang sedang berlangsung, dan juga program-program baru yang relevan dengan target siswa.

DAFTAR PUSTAKA


  • Ali, Muhammad. 1992. Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
  • Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BSNP.
  • Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Jakarta: Depdiknas.
  • Nana Syaodih. 2004. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • Ornstein & Hunkins. 2013. Curriculum: Foundations, Principles, and Issues. America: Pearson Education.
  • Tim Pengembang. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP Universitas Pendidikan Indonesia.


Kategori

Artikel " KURIKULUM DAN BIDANG CAKUPANNYA " , terkait dalam kategori berikut ini;